Tuduhan

Bumi Rakyat

Belum sampai hitungan bulan sejak Komnas (Komisi Nasional) HAM (Hak Asasi Manusia) mengeluarkan pernyataan bahwa peristiwa 1965 adalah pembantaian sistematis oleh negara, bermunculanlah pernyataan balik untuk menandingi pernyataan tersebut. Kata-kata “menolak permintaan maaf” dan “waspadai kebangkitan komunisme” memenuhi pernyataan tandingan yang umumnya dikeluarkan oleh kelompok sayap kanan di Indonesia. Banyak juga yang menambahkan “Janganlupa korban pembantaian PKI pada Pemberontakan Madiun” dan “Komunis itu atheis, jadi halal darahnya”.

Bagi kaum sayap kanan posisi Kaum Komunis terhadap agama menjadi salah satu sasaran empuk serangan fitnah, pecah belah, dan propaganda hitam. Indonesia sendiri, mengidap komunisto-phobi dan anti-komunisme, yang sangat akut. Seringkali penuh dengan emosi dan surut analisis ilmiah dan obyektif. Kenyataan bahwa banyak anggota PKI juga merupakan ulama (seperti Haji Misbach dan Haji Datuk Batuah) atau umat yang taat beribadah seringkali dipinggirkan bahkan disangkal. Ini dilakukan sambil mengungkit perpecahan Sarekat Islam menjadi dua dengan tuduhan bahwa Semaun hendak…

View original post 2,049 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s