Fatin Shidqia dan Sejarah Jilbab Nusantara

sasli rahmat

Kanzunqalam's Blog

Ketika KH Cholil Ridwan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Bidang Seni Budaya, berinisiatif menyarankan salah seorang seniwati berbakat, Fatin Shidqia Lubis, untuk terus menggunakan Jilbab.

Sebagian orang menganggapnya, sebagai bentuk anjuran yang keliru, dikarenakan menurut mereka, Jilbab bukanlah budaya bangsa Indonesia (Nusantara).

Benarkah demikian ?

Untuk menjawab itu, ada baiknya kita membuka kembali lembaran sejarah bangsa ini.

kerudung11

Kerudung dalam Sejarah Nusantara

Ratusan tahun yang silam, Kerudung (pakaian perempuan yang tertutup), sudah sangat dikenal dalam budaya masyarakat melayu. Dahulu masyarakat Nusantara, mengenalnya dalam bentuk baju kurung, dengan menggunakan selendang di kepala.

Di dalam kamus Al Muhith disebutkan bahwa jilbab adalah pakaian lebar dan longgar untuk wanita dan dapat menutup, pakaian sehari-hari (tsaub), yang ia pakai saat hendak keluar rumah.

Dalam masyarakat Nusantara, terutama etnis Melayu, menggunakan kerudung saat keluar rumah, sudah menjadi budaya berabad-abad yang silam.

Hal ini terlihat pada, pakaian perempuan-perempuan muslimah di tanah aceh, sebagaimana ilustrasi dari Sultana Seri…

View original post 134 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s